Pengeboran sumur dalam dapat dilakukan oleh semua Kontraktor Pengeboran, Namun jika tidak didukung teknologi yang baik akan berakibat fatal, apalagi tanpa adanya penelitian Sumber Air Bawah Tanah,  akan kecil kemungkinan untuk berhasil, dengan teknologi yang handal Kami melangkah dengan Pasti, Ada beberapa teknologi yang kami gunakan sebagai penunjang keberhasilan kegiatan pengeboran yaitu:

PETA HYDROGEOLOGY  :

Kami melengkapi peta potensi keberadaan Potensi air bawah tanah di seluruh Indonesia.  Di mana dasar pembuatan Peta berdasar Foto Satelit, Data pengeboran seluruh Indonesia, Berbagai Explorasi yang dibuat Direktorat Geologi Bandung. Di mana  Peta tersebut sangat penting untuk informasi awal  tentang Geology / Formasi  Batuan dan Potensi air bawah tanah, sebelum melakukan Penelitian atau pengeboran.

GEOSTATIK

Geostatik adalah alat deteksi aliran air bawah tanah. Geostatik merupakan perangkat elektronik arus lemah yang terdiri dari software dan hardware yang berfungsi untuk mendeteksi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh hasil gesekan fluida (Air bawah tanah) yang mengalir dengan batuan atau pasir sebagai media penghantarnya. Geostatik hanya bisa memastikan keberadaan sumber air dengan baik, namun tidak bisa mengetahui berapa ketebalan dan kedalaman lapisan pembawa air (Akuifer) tersebut.

geostatiiiikkSeperangkat Instrument Geostatik

Prinsip kerja GEOSTATIC

Di dalam lapisan pasir, bila ada air yang mengalir, akan terjadi gesekan molekul pasir dan molekul air, kemudian akan menimbulkan radiasi gelombang elektromagnetik, seperti halnya kalau kita mengosok gosokan penggaris di tangan maka timbul medan magnet, terbukti bulu-bulu tangan terangkat. (Sumber data : Buku “Ilmu konstruksi struktur bangunan, Karangan  Heinz Frick & Pujo L. Setiawan , Swiss ,tahun 2001).
GEO ELECTRIC/STATIC yang dilengkapi EMF (Electric Magnetic Frequency Detection), antena, amplifier dan boster dapat menangkap gelombang tersebut, dan aliran air bawah tanah  tersebut dapat kita telusuri sampai pusat sumbernya, data-data yang diperoleh dari hasil pengukuran meliputi koordinat, frekuensi dan lebar aliran.  Hasil pengukuran diinterpretasikan dalam bentuk gambar 2D (pola aliran tampak pandang atas).

okeealiarn

Gambar Aliran ABT dan Titik Rekomendasi

GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik bumi dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi.

Berdasarkan tujuan pengukuran di lapangan, metode geolistrik dibagi menjadi dua (Telford, 1076) yaitu:

  1. Metode resistivitas jenis Sounding (Schlumberger) yaitu metode resistivitas yang bertujuan untuk menyelidiki perubahan tahanan jenis bawah permukaan ke arah vertikal.
  2. Metode resistivitas jenis Mapping (Wenner) yaitu metode resistivitas yang bertujuan untuk menyelidiki perubahan tahanan jenis bawah permukaan ke arah lateral atau horizontal.

METODE WENNER- SCHLUMBERGER

Metode geolistrik yang kami gunakan dalam penelitian yaitu metode resistivitas dua dimensi (2D) Wenner-Schlumberger. Metode ini merupakan kombinasi metode Wenner dan Schlumberger, Sehingga dari hasil penelitian  akan diperoleh gambaran tahanan jenis (tingkat kekerasan) lapisan bawah permukaan secara horizontal maupun vertikal.

Untitled-iloveimg-compressedPenampang  2D Resistivitas PT. XXX

Metode Wenner-schlumberger adalah metode geolistrik dengan atuaran spasi yang konstan dengan catatan faktor pengali ‘n’ adalah perbandingan jarak antara elektroda C1-P1 atau (C2-P2) dengan P1-P2. Instrument yang digunakan adalah instrument resistivitimeter model Naniura yang dilengkapi dengan empat buah elektroda yang memiliki kemampuan dalam pembacaan output respon tegangan akibat arus yang diinjeksikan ke bawah permukaan melalui dua buah elektroda arus dan dua buah elektroda potensial. Masukan instrument tersebut berupa sumber tegangan DC 12 volt, dan data hasil akuisisi lapangan di processing menggunakan software Res2Dinv untuk memetakan isoresistivity 2D bawah permukaan yang diukur.

geolistrikku Seperangkat Instrument Geolistrik

Dengan menggunakan metode ini waktu yang di perlukan untuk akuisisi (Pengambilan data) di lapangan  cukup lama (1-2 hari), namun tingkat ketelitiannya sangat tinggi yakni 80-90 %, Apalagi dipadu dengan Geostatik hasil bisa mencapai 95 %.

Kelebihan Geolistrik metode Wenner-Schlumberger

  1. Dapat menduga pola perlapisan tanah, membedakan lempung, pasir, kerikil dan batuan  berdasarkan nilai resistivitas/ tahanan jenis material.
  2. Dapat memetakan perlapisan tanah secara vertikal dan horizontal, sehingga gambaran pola struktur lapisan dan sebaran resistivitas bawah permukaan akan telihat jelas.

Kekurangan  teknologi Geolistrik resistivitas

Geolistrik  hanya mampu menduga  bahwa lapisan pasir, rekahan batuan maupun goa yang memiliki porositas tinggi adalah lapisan pembawa air (Akuifer).  Namun pada kenyataannya tidak semua lapisan yang bersifat akuifer tersebut berpotensi adanya nya air tawar dikarenakan lapisan akuifer dapat berupa lapisan pasir dan kerikil kering. Hal tersebut sering dialami para kontraktor pengeboran, terutama pada daerah lahan kapur, pesisir pantai dan daerah langka air tanah. Untuk meminimalisir hal tersebut maka  metode ini kami padukan dengan  GEOSTATIK, sehingga titik yang kami rekomendasi untuk dilakukan pengeboran lebih akurat dan dapat dipercaya.

Kekurangan Teknologi Geostatik

Geostatik seperti diuraikan di atas, Hanya mampu membaca aliran air bawah tanah, sehingga apa yang ditangkap Geostatic pasti ada Potensi air, Tetapi alat ini tidak bisa membaca lapisan tanah dan kedalaman sumber air.  Teknologi yang mampu membaca struktur dan kedalaman lapisan tanah yaitu Geolistrik Resistivitas.

Maka berdasarkan uraian diatas,  Penelitian Sumber air bawah tanah (Eksplorasi airbawah tanah)  harus dilakukan secara terpadu dan terintegrasi satu sama lain, tidak bisa dipisah-pisahkan.
DENGAN EXPLORASI TERPADU DAN TERINTREGASI TERSEBUT KAMI DAPAT MEMASTIKAN POTENSI  AIR BAWAH TANAH, TERUTAMA DI LAHAN KERING DAN SULIT AIR.